Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Cerita Sex Threesome Aku, Linda dan Suaminya 2
Aopok.com - Keesokan harinya aku pulang ke rumah. Sesampainya aku dirumah aku melanjutkan tidurku sampai siang hari. Setelah bangun tidur aku langsung makan siang dan membersihkan rumahku. Tak lama aku mendapat telepon lagi. Rupanya Mbak Linda lagi yang meneleponku.
“Hai Andrie.. Gimana kemarin rame nggak dirumah Yuni?” kata Mbak Linda memulai pembicaraan.“Iya.. Mbak aku capek sekali nih..” jawabku.
“Memangnya ada apa Mbak menyuruhku datang kesana?” tanyaku.
“Begini Andrie.. suami Mbak Mas Hadi ingin bertemu denganmu. Kamu dulu udah Mbak kenalkan dengan Mas Hadi kan?” jawab Mbak Linda.
“Tapi ada masalah apa Mbak?” tanyaku penasaran.
“Mbak juga tidak tahu.. karena itu kamu nanti sore datang ke sini ya?” jawabnya.
“Iya deh Mbak nanti sore aku kesana.” jawabku dan akhirnya kami menutup telepon.
Aku hanya menerka-nerka saja tapi aku tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Akhirnya aku memutuskan kalau toh nanti Mas Hadi tahu aku telah meniduri isterinya dan marah kepadaku aku siap menerima resikonya.
“Paling-paling dia hanya memaki-maki dan memukul aku saja” kataku dalam hati.
Sore harinya aku berangkat kerumah Mbak Linda sendirian. Sesampainya disana ternyata Mbak Linda dan suaminya Mas Hadi sudah menungguku di ruang tamu. Mas Hadi umurnya kurang lebih 30 tahun.
“Hai Andrie.. ayo masuk” kata Mbak Linda mempersilahkan aku masuk kerumahnya.
Sementara Mbak Linda keluar dan mengunci pintu pagar dan kemudian juga mengunci pintu rumahnya dari dalam. Dia juga menutup dan mengunci jendela. Dan terakhir Mbak Linda menyalakan AC dan menghidupkan lampu ruang depan sehingga rumahnya menjadi terang. Aku tidak tahu apa maksudnya seperti itu. Bukankah aku aku masih dirumahnya?Tapi aku bersikap tenang seperti tidak ada apa-apa. Akhirnya Mbak Linda duduk disamping Mas Hadi.
“Mbak linda dan Mas hadi cuma berdua saja dirumah?” tanyaku memulai pembicaraan.
“Iya pembantu Mbak pulang kampung, jadi tinggal kami berdua saja dirumah.” jawab Mbak Linda.
Setelah itu kami pun berbincang-bincang tentang berbagai hal. Tapi anehnya Mas Hadi sedikit sekali bicaranya. Dia terus saja memperhatikan aku dari ujung rambut hingga kekaki. Aku menjadi salah tingkah di pelototin begitu.
“Ada apa Mbak memanggil saya kemari? katanya ada hal penting. Bisa di jelaskan Mbak?” tanyaku.
“Begini Andrie.. Mas Hadi yang ingin bicara denganmu. Silahkan Mas katanya mau bicara dengan Andrie. Tuh dia udah datang.” kata Mbak Linda dengan kepala menunduk.
Aku merasa heran dengan sikap Mbak Linda yang tiba-tiba berubah. Mas Hadi hanya mendehem saja
“Hem.. aku mau bertanya padamu Andrie. Kuharap kamu menjawabnya dengan jujur dan jantan.” kata Mas Hadi memulai pembicaraan.
Tiba-tiba aku merasa grogi juga. Jangan-jangan dia sudah tahu kalau aku sudah meniduri isterinya kataku dalam hati. Tapi sebelum berangkat kesini tadi aku sudah memutuskan menerima resiko apapun juga. Jadi aku tidak takut, toh memang aku yang salah. Aku memberanikan diriku.
“Ya Mas, Mas mau bertanya apa? semuanya akan kujawab.” kataku.
“Aku bertanya, apa benar kamu sudah tidur dengan isteriku Linda?” kata Mas Hadi dengan suara yang tegas dan keras.
Walaupun aku sudah mengira dia akan menanyakan itu, tapi tetap saja aku menjadi gugup. Tapi walaupun gugup aku harus menjelaskan apa adanya dan semuanya, tekadku dalam hati.
“Iya Mas.. karena itu saya minta maaf sama Mas. Kalau Mas jadi marah saya siap menerima hukuman apapun dari Mas.” jawabku dengan suara pelan.
“Sudah berapa kali kamu tidur dengannya?” tanya Mas Hadi lagi.
“Sudah tidak terhitung lagi Mas.. sering.” jawabku dengan kepala yang menunduk.
Diam-diam aku melirik kearah Mbak Linda dan dia juga hanya menunduk saja. Aku jadi semakin ketakutan. Dalam hati aku berpikir jangan-jangan Mas Hadi akan membunuhku. Lama kami terdiam.
“Apa kamu merasa bersalah melakukan itu Andrie..?” tanya Mas Hadi lagi.
“Iya Mas.. saya merasa bersalah pada Mas.” jawabku.
“Terus sekarang apa kamu merasa takut?” tanya Mas Hadi lagi.
“Iya.. Mas..” jawabku dengan suara semakin pelan.
Tiba-tiba hal yang tidak terduga terjadi. Tiba-tiba Mas Hadi tertawa.
“Ha.. ha.. ha.. Andrie.. Andrie.. kamu jadi ketakutan seperti itu jadi kelihatan lucu.. ha.. ha.. ha..” kata Mas Hadi terbahak-bahak.
Aku jadi kebingungan dengan situasi yang jadi berubah seperti itu. Aku melihat Mbak Linda. Ternyata sama saja, dia ikut tertawa seperti suaminya. Lama mereka tertawa berdua. Aku jadi makin tidak mengerti.
“Ada apa Mas kok malah tertawa..?” tanyaku dengan nada heran.
Mereka malah makin keras tertawanya. Akhirnya aku biarkan saja mereka tertawa dengan wajah kebingungan. Baca selengkapnya!

Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...